Korintus 8:1-7+24
Kehidupan jemaat Makedonia mempunyai nilai yang istimewa dalam kehidupan orang percaya. Situasi hidup mereka adalah:
1. Dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan danDalam keadaan sedemikian mereka turut serta dalam pelayanan-pelayanan orang kudus, atau orang miskin khususnya janda-janda di Yerusalem (Gal 2:10). Mereka memberi lebih banyak dari yang diharapkan oleh Paulus mengingat kemampuan mereka yang sangat terbatas.
2. Sangat miskin (ayat 2).
Mereka memberi melampaui kemampuan mereka, hal ini mereka lakukan dengan memberikan diri mereka kepada Allah.
Mereka memberi dengan kerelaan untuk turut serta dalam pelayanan yang kudus. Sikap hidup orang Makedonia menjadi suatu warna yang khusus dalam penghayatan iman terutama berkaitan dengan pelayanan kudus yaitu pelayanan kepada saudara-saudara yang miskin.
Meskipun menderita, orang-orang percaya di Makedonia ini memperlihatkan sukacita yang meluap, mereka kaya dalam sukacita. Mereka memberikan menurut kemampuan bahkan melampaui kemampuan mereka. Akan tetapi mereka tidak menganggap bahwa pemberian itu sebagai beban, justru meminta Paulus supaya mereka juga memperoleh kasih karunia untuk ambil bagian dalam pelayanan, supaya mereka mendapat mafaat.
Kehidupan orang Makedonia yang murah hati ini menjadi contoh yang baik yang dimintakan Paulus untuk dihidupi oleh orang korintus: ”Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu dan dalam kasihmu terhadap kami demikian juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih” (ay 7). Orang korintus begitu terkenal dengan iman mereka, kemampuan mereka dalam berkata-kata dan berbagai pengetahuan. Mereka juga sebenarnya banyak membantu Paulus dalam pelayanannya. Namun secara khusus Paulus memintakan agar mereka juga kaya dalam pelayanan kasih.
Membantu orang miskin disebut Paulus dengan 2 istilah yang sangat khas yaitu:
Pelayanan kepada orang kudus. Bantuan kepada orang miskin disebut sebagai pelayanan kepada orang-orang kudus, sebab mereka memerlukan perhatian yang kudus, yang khusus di tolong.
Pelayanan kasih, pemberian materi kepada orang miskin bukan hanya sekedar memberikan materi, melainkan sebagai wujud dari kasih antar sesama umat Allah. Dalam kasih yang terutama adalah member. Dengan demikian dapat dipahami manfaat dari memberi bukan hanya pada penerima tetapi juga pada pemberi, dimana pemberi dapat memahami dan menghayati makna dari kasih itu sendiri.
Kesungguhan memberi ataupun membantu oleh penghayatan kasih karunia Tuhan tentunya menghilangkan keterpaksaan apalagi menjadi beban. Sama seperti Orang Tua berbagi tempat tinggal, makanan dan cinta dengan anak-anaknya semata-mata karena mengasihi dan mencintai darah dagingnya sendiri bukan terutama mengharapkan imbalan dari kasih itu sendiri. Paulus mengajak jemaat orang Korintus untuk menunjukkan dengan sungguh-sungguh bukti kasih mereka kepada orang-orang miskin (8:24).
Kasih tidak cukup hanya dalam perkataan, dalam pengetahuan atau dalam iman, tetapi kasih itu ditunjukkan dalam bukti nyata dengan kepedulian untuk mereka yang miskin.


0 komentar:
Posting Komentar